Desa adat Sekardadi memiliki kekayaan budaya yang sarat akan nilai-nilai luhur, salah satunya adalah tradisi mejurag tipat. Tradisi ini pelaksanaanya serangkaian dengan upacara Nangluk Merana (Mecaru) di Desa Adat Sekardadi.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali, tepatnya pada Sasih Keenem. Rangkaian Upacara dimulai dengan Krama Banjar mempersiapkan sarana yang digunakan. Setelah itu, ketupat (tipat) akan ditata diatas bambu yang sudah dipersiapkan.
Peserta Mejurag Tipat adalah anak-anak laki-laki yang berumur 10 tahun sampai 12 tahun. Setelah rangkaian upacara selesai, mejurag tipat akan dimulai.
Lebih dari sekadar kegiatan adat, mejurag tipat mengandung makna filosofis yang mendalam. Dalam pelaksanaannya, setiap peserta diberikan kesempatan yang sama tanpa membedakan status sosial. Prinsip keadilan serta kejujuran menjadi landasan utama yang harus dijunjung tinggi. Setiap bentuk kecurangan tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga bertentangan dengan nilai dharma yang menjadi pedoman hidup masyarakat Bali.
Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini sejalan dengan semangat kampanye anti korupsi. Kejujuran, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap hak orang lain merupakan prinsip dasar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Melalui mejurag tipat, masyarakat secara tidak langsung diajarkan bahwa keberhasilan yang sejati harus diperoleh melalui cara yang benar dan beretika.
Selain itu, tradisi ini juga mencerminkan semangat menyama braya, yaitu rasa persaudaraan dan kebersamaan yang menjadi ciri khas kehidupan sosial masyarakat Bali. Dalam konteks ini, korupsi dipandang sebagai tindakan yang merusak keharmonisan hubungan antarwarga, karena mengedepankan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama.
Oleh karena itu, pelestarian mejurag tipat tidak hanya penting sebagai upaya menjaga identitas budaya, tetapi juga sebagai sarana edukasi moral dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya integritas. Pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan dapat terus mengangkat dan mengembangkan nilai-nilai lokal ini sebagai bagian dari strategi kampanye anti korupsi yang berbasis kearifan lokal.
Dengan demikian, budaya mejurag tipat dapat menjadi inspirasi nyata dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai dharma, menjunjung tinggi kejujuran, serta mendukung terciptanya desa yang bersih, transparan, dan berwibawa.